Jelas Bikin Cerdas

Sudah Terlanjur Jalan, Proyek Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul Abakan Style Bali

Oleh: Ari   |  

Balicitizen.net, Denpasar - Proyek pembangunan Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul di Pulau Nusa Ceningan, Klungkung, yang diharapkan menjadi segitiga emas transportasi laut di Bali kabarnya menuai masalah. Hal ini terkait dengan pembangunan yang mengabaikan kearifan lokal style Bali atau ornamen Bali sebagaimana diatur dalam peaturan daerah atau perda di Bali.

Informasi mengenai hal tersebut bahkan sudah tercium sampai ke lingkup kejaksaan tinggi Bali. "Proyek tersebut sudah berjalan, tapi dalam prosesnya akan ada perubahan desain," kata sumber di kalangan kejaksaan tinggi Bali.

Menurutnya, adanya perubahan kontrak bisa saja terjadi dengan beberapa syarat, seperti misalnya sudah mendapatkan persetujuan dari BPK, MK hingga kontraktor. "Jadi yang penting harus ada justifikasinya," imbuhnya.

Menurutnya justifikasi dari para pihak ini penting lantaran perubahan desain juga akan mempengaruhi anggaran yang ada, baik itu pengurangan atau pembengkakan atau penambahan.

"Jadi yang penting sepanjang justifikasi jelas dan bisa dipertangung jawabkan secara hukum tidak masalah. Sekali lagi dalam kontrak sah-sah saja ada perubahan, kecuali kontrak lumsum borongan, kalau satuan sebetulnya juga bisa, sepanjang tidak melebihi dari 10 persen," ungkapnya.

Karena itu pihaknya mewanti-wanti harus ada persetujuan dulu sebelum adanya perubahan desain. "Kalau misal para pihak gak setuju, ya gak boleh. Kalau ada penambahan anggaran ya harus lelang," urainya.

Saat ini untuk Proyek Pelabuhan Sampalan progres 79 persen. Untuk pencapaian informasinya sempat minus 10-15 persen lantaran ada pergantian tenaga kerja yang libur lebaran.

Dikonfirmasi mengenai hal itu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Provinsi Bali dan NTB Muiz Thohir mengatakan memang ada perubahan desain. Dengan adanya perubahan desain ini bakal ada penambahan anggaran.

Perubahan ini terkait dengan fisik proyek pelabuhan yang harus mengakomodir kearifan lokal style Bali.

"Masih rencana perubahan, jadi sementara masih sesuai dengan kontrak awal. Review seharusnya mengakomodasi kearifan lokal, itu saja sih," terangnya via saluran ponsel.

"Di lapangan semua bergerak sesuai dengan kesepakatan awal. Itu kalau ada perpanjangan pasti akan ada justivikasinya," jelasnya.

Untuk jumlah penambahan anggaran belum dipastikan nilainya.

Proyek Bias Munjul kontrak 97,5 miliar, untuk Sampalan pagu 86,7 Miliar. Untuk pemenang  proyek Biasmimbul adalah Nindia karya, sedangkan proyek di Sempalan adalah Mahakarya. ***

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE