Jelas Bikin Cerdas

Fitur Baru Gadai Harian dengan Bunga hanya 0,9 Persen

Oleh: Ari   |  

Balicitizen.net, Denpasar - PT Pegadaian meluncurkan fitur baru 'Gadai Harian' untuk memudahkan dan meringankan beban nasabah. Fitur ini membuat nasabah bisa melakukan gadai harian dengan sewa modal harian.

Deputi Bisnis Area Denpasar Suwarno mengatakan sebenarnya fitur produk ini biasa. Namun yang membedakan yakni perhitungan sewa modalnya harian.

Ia menyebut bunga harian dari produk ini sangat murah yakni sebesar 0,09 persen dengan sistem yang fleksibel. Sedangkan untuk jangka waktunya 15 hari, 30 hari dan 60 hari.

"Jika biasanya bunga dihitung berdasarkan jangka waktu yang ditentukan," katanya Suwarno selaku Deputi Bisnis Area Denpasar II , Senin 10 Mei 2021.

Ia mencontohkan jika sebelumnya semisal pinjaman 15 hari, kemudian dibayar pada hari kelima namun nasabah tetap bayar 15 hari.

Namun tidak demikian jika menggunakan gadai harian. Jika pinjam 15 hari, namun di hari keenam bisa ditebus maka hanya sampai hari keenam saja bunga yang dihitung.

Menurutnya, penetapan jangka waktu agar masyarakat tahu kapan jatuh temponya. Masyarakat juga bisa memperpanjang gadai jika nasabah belum bisa menebus barangnya.

“Karena itu kita anggap program ini lebih fleksibel, agar masyarakat lebih tertarik gunakan produk pegadaian,” ungkapnya.

Adapun alasan produk “Gadai Harian” digulirkan karena melihat kebutuhan masyarakat dan penyempurnaan dari program sebelumnya. Sebab terkadang kebutuhan masyarakat tidak harus sebulan atau dua bulan.

"Tapi begitu mereka miliki dana bisa langsung diambil, tanpa harus ribet lagi. Ada penghematan dari masyarakat jika gunakan program ini,” ungkapnya.

Menurutnya masyarakat yang kerap gunakan kredit gadai biasanya kalangan masyarakat menengah ke bawah. Tentu dengan diluncurkannya program “Gadai Harian” masyarakat menengah ke bawah pun bisa menikmatinya.

Kondisi Covid-19 juga mempengaruhi masyarakat untuk melakukan transaksi, apalagi jelang perayaan Idul Fitri tahun 2021 kali ini, situasinya agak berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelum Covid-19.

“Secara volume memang meningkat, tapi tidak sama situasinya seperti sebelum Covid-19,” ungkapnya.

Dalam waktu yang bersamaan ia juga memperkenalkan program titipan emas fisik. Jadi bagi masyarakat yang berniat menitipkan perhiasannya bisa menitipkannya di Pegadaian

“Kita juga berlakukan titipan ini layaknya pinjaman. Kita tentukan platform pinjaman jika ingin titipannya digunakan sebagai gadai,” jelasnya lagi. Jadi Secara digital titipan emas fisik akan ditaksir oleh petugas, sekali waktu nasabah ingin menggadaikan datanya sudah ada, sambungnya.

"Jika misal barangnya ditaksir Rp10 juta, tapi butuh hanya Rp 2 juta, ya bisa Tp2 juta saja, tidak harus semua, menyesuaikan kebutuhan saja," ungkapnya. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE