Jelas Bikin Cerdas

Diduga Terjadi Pemborosan, Pengadaan Masker di Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dipertanyakan

Oleh: Ari    |   

Balicitizen.net, Denpasar - Pengadaan masker pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali saat pandemi Covid-19 ini kini dipermasahkan.

Penyebabnya ada dugaan prosedur yang tidak sesuai terkait dengan pengadaan masker yang nilainya miliaran rupiah oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali tersebut.

Informasi yang masuk ke meja redaksi Balicitizen.net pengadaan masker ini terjadi pada tahun 2021. Nilai dari pengadaan masker beragam, dari hitungan jutaan rupiah, seratusan juta, hingga terbesar adalah Rp 1,5 miliar.

"Mereka masih gunakan pengadaan khusus, karena ambil harga tertinggi di e katalog, harusnya pengadaan terencana, bukan lagi khusus, harga terendah barangnya..krn semua barang sudah diuji oleh LKPP," kata seorang sumber di kalangan Kejaksaan Tinggi di Bali, akhir pekan pertama bulan Agustus 2021 ini.

Hal ini juga berimplikasi dengan adanya pemborosan.

"Kenapa masih ambil harga tertinggi, pemborosan yang ada, qtau ada komitmen dgn penyedia jasa?," imbuhnya.

Dari sejumlah dokumen yang diperlihatkan, ada nilai kontrak dengan nilai Rp 150 juta. Dalam berkas tersebut tertulis belanja alat kesehatan atau bahan kesehatan habis pakai tertanggal 24 Mei 2021 dengan anggaran Rp150 juta yang bersumber dari dana APBD.

Dalam berkas yang sama ini tertulis tanggal pengiriman produk pada 7 Juli 2021.

Kemudian di berkas lainnya dalam e catalogue tersebut mencantumkan tanggal 3 Juni 2021 dengan nama belanja alat atau bahan kesehatan habis pakai senilai Rp112 juta lebih.

Kemudian ada juga dalam berkas tersebut nilai kontraknya mencapai Rp1,5 miliar. Temuan ini oleh sumber yang enggan disebutkan namanya ini bakal dilaporkan ke pihak Kejaksaan Tinggi Bali.

Dikonfirmasi mengenai hal ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan jika pihaknya sangat memerlukan masker, terlebih situasi masih gawat dengan berbagai penerapan aturan seperti PPKM dan bentuk pembatasan lainnya.

"Saat ini masih pandemi, kami perlu masker. Karena kebutuhan maka dilakukan melalui pengadaan, dengan e purchasing," katanya singkat. ***

 

 

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE