Jelas Bikin Cerdas

Mantan Sekda Buleleng Jelaskan Alasan Kembalikan Uang Sewa Rumah Dinas Rp934 Juta

Oleh: Ari  |  

Balicitizen.net, Denpasar - Mantan Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka telah menjalani pemeriksaan di Kejati Bali, dalam kasus dugaan penyelewengan sewa rumah jabatannya, Selasa (23/3/2021).

Dewa Ketut Puspaka mengatakan ada sekitar 27 pertanyaan yang diajukan penyidik. Menurutnya semua pertanyaan itu ia jawab dengan baik.

"Pertama terimakasih sampai hari ini sangat sehat menjalani pemeriksaan semua pertanyaan saya jawab dan jelaskan dengan baik," katanya di Kejaksaan Tinggi Bali, Denpasar.

Selain itu, ia juga menjawab mengapa belum lama ini mengembalikan uang sewa sebesar Rp924.400.000 ke kas Kabupaten Buleleng.

"Saya jelaskan mengembalikan (uang sewa) jadi itu kan itikad baik," kata dia.

Dalam pemeriksaan itu ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Agus Sujoko.

Agus menjelaskan kliennya mengembalikan uang sewa tersebut sebagai itikad baik. Kliennya mengaku tak mau disebut merugikan keuangan negara.

"Beliau ini mengabdi selama 34 tahun, dengan inisiatif beliau, karena selama ini beliau ini kan bekerja baik. Ini yang meminta keluarga besarnya, diminta mengembalikan dari pada dibilang merugikan negara," katanya.

Ia menambahkan sebenarnya tak ada yang dilanggar dalam sewa rumah jabatan tersebut. Sebab sudah sesuai mekanisme yang ada.

"Tadi ada pertanyaan apakah ini kerugian? kita bilang tidak karena kita sesuai mekanisme yang ada. Rumah jabatan itu sesuai mekanisme yang ada," katanya.

Adapun rumah tersebut memang rumah pribadi yang kemudian ditetapkan sebagai rumah dinas melalui SK Bupati Buleleng.

"Rumah itu atas penetapan SK Bupati sebagai rumah dinas," katanya.

Eks Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka memenuhi panggilan Penyidik Kejati Bali untuk dimintai keterangan sebagai saksi pada Selasa, 23 Maret 2021.

Pemeriksaan sebagai saksi dimulai sekitar jam 10.00 Wita oleh salah seorang Penyidik Kejati Bali.

Ia memberikan keterangan sebagai saksi dengan didampingi Penasihat Hukumnya.

Pemeriksaan ini seputar penganggaran sewa rumah jabatan dalam APBD, penentuan rumah sebagai obyek sewa dan juga proses pencairan anggaran tersebut.

“Telah memberikan keterangannya sebagai saksi. Memakan waktu yang cukup lama dikarenakan penyidik meminta Dewa Ketut Puspaka secara detail pertahun," kata Kasipenkum Kejati Bali A Luga Harlianto di Kejaksaan Tinggi Bali.

Selain Dewa Ketut Puspaka, hari ini 3 orang lainnya memenuhi panggilan Penyidik Kejati Bali untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Sedangkan di hari Senin, 22 Maret 2021, Penyidik Kejati Bali telah meminta ketarangan 3 orang sebagai saksi.

“Saksi-Saksi yang dimintai keterangan merupakan mereka yang telah dimintai keterangan pada saat penyelidikan. Kembali dimintai keterangan kali ini untuk penyidikan sebagai alat bukti keterangan saksi," katanya. ***

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE