Jelas Bikin Cerdas

Kejagung Sita 17 Bus, Mobil Mewah dan Puluhan Hektar Lahan Nikel Milik Tersangka Kasus Korupsi ASABRI

Oleh: Tim   

Balicitizen.net, Jakarta - Tim Penyidik Kejaksaan Agung semakin meningkatkan pemeriksaan saksi dan penyitaan sejumlah aset milik tersangka kasus mega korupsi yang terjadi PT ASABRI yang diduga merugikan negara Rp23 triliun.Sejumah harta milik tersangka SW dan HH telah disita penyidik sebagai bukti tindak pidana korupsi.

Kepala Pusat Penerangan Huku, Kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH menuturkan tim penyidik selain melanjutkan pemeriksaan saksi saksi juga telah menyita harta milik tersangka.Penyitaan asset-aset para tersangka lainnya masih dilakukan pelacakan dengan bekerja sama dengan Pusat Pelacakan Aset baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

“Benar sebanyak 17 bus milik tersangka SW serta kapal tangker LNG dan mobil mewah serta puluhan hektar lahan nikel yang terkait dengan tersangka HH teah disita sebagai barang bukti,” tutur Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH kepada media di Kejaksaan Agung,Rabu (3/2).

Dijelaskan sejumlah aset yang disita antara lain kapal Tanker LNG Aquarius atas nama PT. Hanochem Shipping ;
· 1 (satu) unit mobil Ferrari Tipe F12 Berlinetta warna abu-abu metalik No. Polisi B 15 TRM atas nama Tersangka HH;
· Lahan Tambang Nikel atas nama PT. Tiga Samudra Perkasa seluas 3.000 Ha;
· Lahan Tambang Nikel atas nama PT. Mahkota Nikel Indonesia seluas 10.000 Ha;
· Lahan Tambang Nikel atas nama PT. Tiga Samudra Nikel seluas 10.000 Ha;

sedangkan 17 mobil bus yang disita antara lain dari milik SW :

1. 1 (satu) Unit Bus Merek Mitshubishi warna kuning kombinasi, Nomor Polisi AD 1628 BD ;
2. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino warna Orange Kombinasi, Nomor Polisi AD 1446 CD ;
3. 1 (satu) Unit Bus Merek Mitshubishi warna kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1629 BD ;
4. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Putih Kombinasi, Nomor Polisi AD 1737 BD ;
5. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1736 BD ;
6. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Kuning Kombinasi, Nomor Polisi AD 1401 CD ;
7. 1 (satu) Unit Bus Merek Mercedes Benz Warna Biru Kombinasi, Nomor Polisi Lama AD 1699 BD (Nomor Polisi Baru AD 7020 OD) ;
8. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Abu Abu Silver, Nomor Polisi Lama AD 1681 BD (Nomor Polisi Baru AD 7029 OD) ;
9. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Oranye, Nomor Polisi Lama AD 1682 BD (Nomor Polisi Baru AD 7030 OD) ;
10. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Hijau Kombinasi, Nomor Polisi Lama AD 1649 BD (Nomor Polisi Baru AD 7027 OD)
11. 1 (satu) Unit Bus Merek Hino Warna Biru Kombinasi, Nomor Polisi AD 1409 CD
12. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino Warna Biru Kombinasi dengan Nomor Polisi AD 1401 DD
13. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino Warna Ungu Kombinasi, Nomor Polisi AD 1402 CD
14. 1 (satu) unit Bus, Merk Mercedes Benz warna Coklat Kombinasi, Nomor Polisi AD 1697 BD
15. 1 (satu) unit Bus, Merk Mercedes Benz warna Hitam Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1698 BD (Nomor Polisi Baru AD 7023 OD)
16. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino warna Ungu Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1650 BD (Nomor Polisi Baru AD 7028 OD)
17. 1 (satu) unit Bus, Merk Hino warna Hijau Kombinasi, Nomor Polisi lama AD 1447 CD (Nomor Polisi Baru AD 1447 CD)

Lenard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan terhadap aset Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

Penyitaan asset-aset para Tersangka lainnya masih dilakukan pelacakan dengan bekerja sama dengan Pusat Pelacakan Aset baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri.

Sebelumnya Tim Jaksa Penyidik juga telah memeriksa lagi sejumlah saksi terkait dugaan korupsi di PT ASABRI.
“Ada lima saksi lagi telah diperiksa penyidik,” kata Leo.

Saksi yang diperiksa antara lain:
1. AS selaku Staf Pengelolaan Saham PT Asabri (Persero);
2. CK selaku Equity Sales PT Mega Capital Sekuritas;
3. MA selaku Direktur PT Mega Capital Sekuritas;
4. DT selaku kerabat dari Tersangka BTS;
5. SK selaku Direktur PT Lautandhana Securindo (Lotus Andalan Sekuritas).

Dikatakan pemeriksaan saksi dilakukan guna mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI.

Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik yang telah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap serta bagi saksi wajib mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE