Jelas Bikin Cerdas

Tim Tabur Kejagung Tangkap Buronan Tindak Pidana Fiducia

Oleh: Ari   |  

Balicitizen.net, Denpasar - Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Tinggi NTB berhasil melakukan penangkapan Buronan Tindak Pidana Fiducia atas nama Terpidana MOCH ADHI CAESAR NUGROHO, S.DS. bertempat di Kost di Perumahan Griya Permata Kekeri Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Kapuspenkum kejaksaan RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH menuturkan terpidana sudah menjadi buronan sejak desember 2020 dimana setelah putusan perkaranya inkracht namun beberapa panggilan tidak diindahkan.

Terpidana jelas Leonard Simanjuntak sebelumnya telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Mataram selama dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 36 jo Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Piducia karena Terdakwa telah mengalihkan 1 (satu) unit Mobil Toyota Avanza kepada orang lain tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari penerima Fiducia. PT. MPM Finance Mataram.

Terpidana dinyatakan buron setelah dipanggil secara patut sejak bulan Desember 2020 berdasarkan  putusan Pengadilan Negeri Negeri Mataram Nomor : 694/Pid.sus/2020/PN.MTR tanggal 17 Desember 2020 melanggar Pasal 36 jo Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fiducia dengan amar putusan dipidana penjara selama 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dengan denda Rp.20.000.000,- subsidiair 4 (empat) bulan kurungan.

Sebelumnya Terpidana sudah diintai sejak tanggal 1 Maret di rumahnya di Perumahan Graha Permata Kota Lombok Barat, namun Terpidana tidak pernah berada ditempat.

Selanjutnya, Tim Tabur Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB melakukan koordinasi dengan bantuan Tim Tabur Kejaksaan Agung dan  diketahui posisi Terpidana berpindah pindah Kost dan terakhir tepatnya pukul 19.30 Wita tanggal 4 Maret 2020,  Terpidana diamankan tanpa perlawanan saat sedang mencari Kost baru.

Selanjutnya Terpidana MOCH ADHI CAESAR NUGROHO., S.DS. diamankan dan dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi NTB dan setelah diproses administrasi kemudian dititip sementara di Rutan Polres Mataram untuk menunggu dilakukan Swab untuk dipindahkan ke Rutan Mataram.

Leo menjelaskan melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. 

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE