Jelas Bikin Cerdas

Diduga Korupsi Rp 1,2 Milyar, Sekretaris dan Bendahara Jadi Tersangka

Oleh: Ari  |  

Balicitizen.net, Denpasar - Kejaksaan Tinggi Bali membongkar modus korupsi dengan mengajukan kredit fiktif yang total nilainya Rp1,2 miliar lebih. Mereka yang terlibat ini adalah para pengurus Lembaga Perkreditan Desa Gerogak, Buleleng tahun 2008 sampai tahun 2015.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bali A Luga Harlianto mengatakan saat ini kasus tersebut sudah dalam masuk ke tahap penyidikan. Penyidik sudah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

 "Jadi penyidikan ini merupakan pengembangan dari Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Denpasar tahun 2020 dalam perkara Tindak Pidana Korupsi dengan terpidana atas nama Komang Agus Putrajaya, S.E," katanya Kamis 25 Februari 2021.

Dari Putusan perkara tersebut, Tim Jaksa Penyidik menemukan peranan lima orang lainnya yang merupakan pengurus dan karyawan LPD Desa Pekraman Gerogak yaitu : MS sebagai Sekertaris, DKM selaku Bendahara, NM selaku Bendahara, KS selaku Karyawan Kredit dan GG selaku Karyawan Debitur yang secara bersama-sama dengan Komang Agus Putrajaya (Ketua LPD) melakukan tindak pidana korupsi.

"Modusnya membuat kas bon secara bertahap sejak tahun 2008, kemudian setelah kas bon tersebut terkumpul dalam jumlah yang cukup besar dialihkan menjadi kredit atas nama pengurus maupun atas nama keluarganya," imbuhnya.

Akibat perbuatan keenam pelaku, LPD Desa Pekraman Gerogak mengalami kerugian sejumlah Rp. 1.264.686.000

‘’Bedasarkan hasil ekspose, pelaku atas nama MS, NM dan KS ditingkatkan statusnya menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi kredit fiktif," urainya.

Pasal yang disangkakan adalah pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1.

"Pelaku atas nama GG telah meninggal dunia pada tahun 2018, sedangkan pelaku DKM telah mengembalikan uang LPD Desa Pekraman Gerogak yang digunakan sebagai dana pribadi pada Oktober 2019," pungkasnya.

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE