Jelas Bikin Cerdas

Tarif Parkir Bandara Diturunkan dengan Mekanisme Diskon, Parta: Jangan Cabut Diskon Jika Pariwisata Belum Pulih

Oleh: Amb  |   

Balicitizen.net, Denpasar - Setelah didesak sejumlah pihak, PT. Angkasa Pura (PAP) I menurunkan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai dengan mekanisme diskon. PAP I tidak menunda atau mencabut keputusannya menaikan tarif parkir tersebut.

Kendati demikian, anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta, yang sebelumnya mendesak PAP I menunda kenaikan tarif parkir tersebut, tetap mengapresiasi keputusan terbaru PAP I itu karena memberi keringanan bagi masyarakat "Ya, terima kasih sudah ditunda walaupun istilahnnya discount, setidaknnya meringankan," kata Parta.

Politikus PDI Perjuangan asal Desa Guwang, Gianyar ini mengingatkan PAP I untuk memilih momentum yang tepat jika nanti mencabut kebijakan diskon tarif parkir itu. Momentum yang dimaksud Parta adalah saat pariwisata Bali sudah pulih. Ia menegaskan, jika pariwisata Bali belum pulih, kebijakan diskon itu tak boleh dicabut. "Pihak Angkasa Pura harus betul-betul memperhatikan jika nanti mencabut discount agar memperhatikan situasi pariwisata sudah pulih. Jika belum pulih agar tetap berlaku discount," tegas Parta.

Sebelumnya, sejumlah pihak mendesak PAP menunda kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Ngurah Rai karena kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi Covid-19. Desakan itu salah satunya dilontarkan oleh Parta. "Harus ditunda dulu," tegas Parta.

Ia menyampaikan sejumlah pertimbangan perlu dilakukan penundaan kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai tersebut. Pertama, situasi ekonomi saat ini masih sulit akibat pandemi Covid-19. Waktunya tidak tepat menaikkan tarif parkir tersebut saat ini, saat semua pihak fokus pada pulihan ekonomi. "Situasi sedang sangat sulit sehingga tidak pantas menaikan (tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai) sampai 100 persen. Kalau ke airport biasannya roda 4 bayar Rp5 ribu untuk uk 0 sampai 1 jam. Sekarang Rp10 ribu, terus progresifnnya Rp2 ribu," kata Parta.

Pertimbangan kedua, lanjut dia, kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor itu tak signifikan untuk meningkatkan pendapatan PT. Angkasa Pura I saat ini. Sebab, sektor pariwisata yang menjadi leading sektor ekonomi Bali hingga saat ini belum pulih. Sektor pariwisata ini cukup kondisinya terpuruk karena pandemi Covid-19. "Pawisata masih sepi, tidak berdampak signifikan utuk pendapatan PT. Angkasa Pura," kata Parta.

Untuk diketahui, berikut tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Ngurah Rai setelah dinaikan pada awal tahun ini. Untuk tarif parkir harian: Tarif 0 s.d 12 jam sebesar Rp4.000 untuk roda 2; Tarif 0<1 jam sebesar Rp10.000 untuk Roda 4 dan Rp15.000 untuk roda 6 atau lebih; Setiap jam berikutnya (dikenakan tarif progresif, red) sebesar Rp2.000 untuk roda 2, Rp 5.000 untuk roda 4 dan roda 6 atau lebih; Parkir premium sebesar Rp30.000 ditambah tarif parkir reguler. Setelah 24 jam berlaku tarif dari awal kembali. Denda kehilangan karcis harian sebesar Rp50.000 untuk roda 2, dan Rp100.000 untuk roda 4 dan roda 6 atau lebih.

Adapun tarif parkir harian setelah diskon: Tarif 0 s.d 12 jam sebesar Rp2.000 untuk roda 2; Tarif 0<1 jam sebesar Rp6.000 untuk Roda 4 dan Rp10.000 untuk roda 6 atau lebih; Setiap jam berikutnya (dikenakan tarif progresif, red) sebesar Rp1.000 untuk roda 2, Rp 3.000 untuk roda 4 dan untuk roda 6 atau lebih tidak berubah, tetap Rp5.000; Parkir premium tidak berubah, tetap sebesar Rp30.000 ditambah tarif parkir reguler. Setelah 24 jam berlaku tarif dari awal kembali. Denda kehilangan karcis harian tidak berubah.

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE