Jelas Bikin Cerdas

Anggota DPR RI Minta Tunda Kenaikan Tarif Parkir di Bandara Ngurah Rai

Oleh: Amb  |   

Balicitizen.net, Denpasar - Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali I Nyoman Parta meminta PT. Angkasa Pura I untuk menunda kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai.

Kenaikkan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai ini mulai diberlakukan pada 1 Januari 2021.

"Harusnya ditunda dulu," tegas Parta, Selasa (5/1).

Politikus PDI Perjuangan asal Desa Guwang, Gianyar ini menyampaikan sejumlah pertimbangan perlu dilakukan penundaan kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai tersebut.

Pertama, kata dia, situasi ekonomi saat ini masih sulit akibat pandemi Covid-19. Waktunya tidak tepat menaikkan tarif parkir tersebut saat ini, saat semua pihak fokus pada pulihan ekonomi.

"Situasi sedang sangat sulit sehingga tidak pantas menaikan (tarif parkir kendaraan bermotor di Bandar Internasional Ngurah Rai) sampai 100 persen," kata Parta.

"Kalau ke airport biasannya roda 4 bayar Rp5 ribu untuk uk 0 sampai 1 jam. Sekarang Rp10 ribu, terus progresifnnya Rp2 ribu," tambah dia.

Pertimbangan kedua, lanjut Parta, kenaikan tarif parkir kendaraan bermotor itu tak signifikan untuk meningkatkan pendapatan PT. Angkasa Pura I saat ini.

Sebab, sektor pariwisata yang menjadi leading sektor ekonomi Bali hingga saat ini belum pulih. Sektor pariwisata ini cukup kondisinya terpuruk karena pandemi Covid-19.

"Pawisata masih sepi, tidak berdampak signifikan utuk pendapatan PT. Angkasa Pura," kata Parta.

Untuk diketahui, berikut tarif terbaru parkir kendaraan bermotor di Bandar Ngurah Rai.

Untuk tarif parkir harian: untuk 0 s.d 12 jam sebesar Rp4.000 untuk roda 2; Tarif 0<1 jam sebesar Rp10.000 untuk Roda 4 dan Rp15.000 untuk roda 6 atau lebih; Setiap jam berikutnya (dikenakan tarif progresif, red) sebesar Rp2.000 untuk roda 2, Rp 5.000 untuk roda 4 dan roda 6 atau lebih; Parkir premium sebesar Rp30.000 ditambah tarif parkir reguler. Setelah 24 jam berlaku tarif dari awal kembali. Denda kehilangan karcis harian sebesar Rp50.000 untuk roda 2, dan Rp100.000 untuk roda 4 dan roda 6 atau lebih.

Adapun tarif parkir berlangganan, rinciannya adalah: untuk 1 bulan sebesar Rp84.000 untuk roda 2, Rp300.000 untuk roda 4, dan Rp450.000 untuk roda 6 atau lebih; untuk 1 Tahun sebesae Rp924.000 untuk roda 2, Rp3.300.000 untuk roda 4, dan Rp4.950.000 untuk roda 6 atau lebih. Biaya kartu berlangganan/Smart Card Rp100.000, dan denda kehilangan kartu berlangganan Rp.100.000.

General Manager PT Angkasa Pura I Herry A. Y. Sikado belum bisa diminta tanggapannya. Ia belum merespon pesan Whatsapp dan panggilan telpon.

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE