Jelas Bikin Cerdas

Demer Sebut Pengangguran di Indonesia 15 Juta Orang, Kosgoro Bali akan Turun ke Desa Bantu Petani

Oleh: Amb   |   

Balicitizen.net, Denpasar - Kosgoro 1957 Provinsi Bali akan bergandeng tangan dengan partai Golkar membantu pemulihan ekonomi masyarakat Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Kosgoro 1957 merupakan salah satu Ormas pendiri partai Golkar.

Hal itu ditegaskan Ketua Kosgoro 1957 Provinsi Bali Komang Takuaki Banuartha usai Orientasi Tatap Muka Kosgoro 1957 Provinsi Bali di Denpasar, Senin (4/1/2021).

Hadir pada kegiatan ini di antaranya Plt Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Syamsul Bachri, Wakil Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave A.F Laksono, Ketua Majelis pertimbangan Organisasi Kosgoro 1957 Agung Laksono, Anggota Fraksi Golkar DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer, Ketua DPD Golkar Provinsi Bali Nyoman Sugawa Korry, dan kader Kosgoro 1957 Bali.

Komang Takuaki mengatakan, saat awal pandemi Covid-19, Kosgoro 1957 bersama Partai Golkar Bali fokus bantuannya pada sektor kesehatan, dengan membagikan masker, sanitaizer dan alat pelindung diri lainnya kepada masyarakat.

Namun Pandemi ini terus berkepanjangan, pemulihan ekonomi juga sangat mendesak sehingga perlu bantuan-bantuan lunak diberikan kepada masyarakat.

Menurut dia, pariwisata yang menjadi leading sektor di Bali sangat terpuruk karena pandemi Covid-19. Sangat banyak pekerja pariwisata kehilangan pekerjaannya, dan mereka memilih kembali ke kampung halamannya untuk bertani.

Kosgoro 1957 Provinsi Bali, kata dia, akan turun ke desa-desa untuk memberikan bantuan kepada para petani.

"Kita akan turun ke desa memberikan bantuan bibit, pupuk kepada petani sehingga pemulihan ekonomi masyarakat bisa lebih cepat dilakukan," kata Komang Takuaki.

Anggota Fraksi Golkar DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer mengatakan, sinergi Kosgoro 1957 dengan partai Golkar sangat diperlukan untuk membantu berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi Indonesia di tengah Pandemi Covid-19.

Demer mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia terpuruk karena pandemi Covid-19. Pengangguran terus meningkat, yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 15 juta orang. Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, jumlah pengangguran sebanyak 7,5 juta orang, dan 2,5 juta orang angkatan kerja baru dari berbagai Perguruan Tinggi. Sejak terjadi Pandemi Covid-19, pengangguran bertambah lagi 5 juta orang karena banyak pekerja yang dirumahkan baik sektor pariwisata maupun sektor lainnya. "Angka pengangguran saat ini sudah mencapai 15 juta dan hal ini harus segera diselesaikan," kata Demer.

Salah satu cara untuk mengatasi penganguran adalah membuka lapangan kerja dengan memberikan kemudahan kepada investor yang mau berinvestasi ke Indonesia. Kalau investor tidak diberikan kemudahan, investor meninggalkan Indonesia dan berinvestasi ke negara lain. Seperti pengalaman yang terjadi sebelumnya, banyak investor lari ke Vietnam dan Kamboja.

Indonesia yang memiliki sumber daya alam berlimpah, sesungguhnya menjadi incaran para investor. Dengan adanya UU Umnibus Law Cipta Kerja akan jauh lebih memberikan kemudahan bagi investor untuk berinvestasi. Sebelum adanya UU ini, investor yang mau berinvestasi di Indonesia harus memenuhi persyaratan sangat berat. Regulasinya tumpang tindih. Mengurus perizinan sangat susah. "Akhirnya mereka memilih berinvestasi ke Vietnam dan Kamboja," ujarnya.

Dengan adanya UU Cipta Kerja ini akan memudahkan orang berinvestasi sehingga pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 akan lebih cepat dilakukan. Dengan demikian akan tumbuh lapangan pekerjaan baru, dan pengangguran 15 juta orang itu akan bisa berkurang secara bertahap. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE