Jelas Bikin Cerdas

64 Pelaku Usaha Ajukan Izin Pemanfaatan Ruang Laut, Ini Sikap Koster

Oleh: Ari    |     

Balicitizen.net, Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, pemanfaatan potensi sumber daya perairan pesisir di Bali guna peningkatan investasi untuk memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha belum optimal, karena masih terhambat oleh kekosongan regulasi pemanfaatan ruang laut.

Koster baru mengajukan Ranperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bali Tahun 2020-2040, dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (5/8). Setelah ditetapkan, Perda ini nantinya akan menjadi payung hukum pemanfaatan ruang laut di Bali.

Koster mengungkapkan, sampai saat ini, ada 64 pelaku usaha yang mengajukan izin lokasi perairan untuk pemanfaatan ruang laut, namum belum dapat diproses karena belum ada payung hukumnya.

"Karena Provinsi Bali belum menetapkan Perda RZWP3K," katanya saat menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda tentang RZWP-3-K dalam Rapat Paripurna tersebut.

Menurut koster, hal ini merupakan gambatan kecil kondisi riil wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Bali, yang selama ini kurang dipedulikan.

"Karena lebih dominan fokus kepada pembangunan di daratnya," ujar Ketua DPD PDI perjuangan Provinsi Bali ini.

Koordinator Pembahasan Ranperda RZWP3K I Nyoman Adnyana mengatakan, Perda ini nantinya sangat vital karena akan berlaku selama 20 tahun.

Ia mengatakan, Ranpeda ini baru bisa dibahas sekarang karena Perda tentang Perubahan RTRWP Bali dan Perda tentang Arahan Peraturan Zonasi (APZ), sudah disahkan.

"RZWP3K ini Perda baru yang sangat vital dan strategis karena ini jangka berlakunya dari tahun 2020 sampai tahun 2040. Ini adalah penjelmaan atau lahirnya ini karena sudah disahkannya Perda RTRW Perubahan dan Perda APZ," kata Adnyana. Ari/Balicitizen

Berita Terkait

balicitizen.net tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE